• 6

    Apr

    Candi Ijo, Candi yang Letaknya Tertinggi di Yogyakarta

    Candi Ijo, Candi yang Letaknya Tertinggi di Yogyakarta Menyusuri jalan menuju bagian selatan kompleks Istana Ratu Boko adalah sebuah perjalanan yang mengasyikkan, terutama bagi penikmat wisata budaya. Bagaimana tidak, bangunan candi di sana bertebaran bak cendawan di musim hujan. Satu diantaranya yang belum banyak menjadi perbincangan adalah Candi Ijo, sebuah candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9, di sebuah bukit yang dikenal dengan Bukit Hijau atau Gumuk Ijo yang ketinggiannya sekitar 410 m di atas permukaan laut. Karena ketinggiannya, maka bukan saja bangunan candi yang bisa dinikmati tetapi juga pemandangan alam di bawahnya berupa teras-teras seperti di daerah pertanian dengan kemiringan yang c
  • 29

    Mar

    Candi Tara

    Candi Tara, Peninggalan Budha Tertua di YogyakartaBanyak orang selalu menyebut Borobudur saat membicarakan bangunan candi Budha. Padahal, ada banyak candi bercorak Budha yang terdapat di Yogyakarta, salah satu yang berkaitan erat dengan Borobudur adalah Candi Tara. Candi yang terletak di Kalibening, Kalasan ini dibangun oleh konseptor yang sama dengan Borobudur, yaitu Rakai Panangkaran. Karena letaknya di daerah Kalasan, maka candi ini lebih dikenal dengan nama Candi Kalasan. Selesai dibangun pada tahun 778 M, Candi Tara menjadi candi Budha tertua di Yogyakarta. Candi yang berdiri tak jauh dari Jalan Yogya Solo ini dibangun sebagai penghargaan atas perkawinan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra. Selain sebagai hadiah perkawinan, candi itu j
  • 29

    Mar

    CANDI GAMPINGAN

    Membaca Pesan dari Nirwana di Candi Gampingan Tak semua candi memiliki relief cantik yang khas sebab umumnya hanya dihias oleh arca dan relief umum yang terdapat hampir di semua candi. Salah satu yang memiliki relief cantik yang khas itu adalah Candi Gampingan, sebuah candi yang ditemukan secara tak sengaja oleh pengrajin batu bata di Dusun Gampingan, Piyungan, Bantul pada tahun 1995. Meski ukurannya kecil dan sudah tak utuh lagi, Candi Gampingan masih kaya akan relief yang mempesona. Salah satu relief cantik yang bisa dijumpai di candi ini adalah relief hewan yang ada di kaki candi. Relief hewan di Gampingan begitu natural hingga bisa diketahui jenis hewan yang digambarkan. Cukup jarang candi yang memiliki relief demikian, setidaknya hanya Candi Prambanan dan Mendut yang dikenal memilik
  • 19

    Feb

    SHANTIGRIYA Sejarah Candi-Candi di Indonesia

    CANDI-CANDI DI JAWA TENGAH DAN DIY 1) DAERAH ISTIMEWA YOGJAKARTA DAN SEKITARNYA Untuk mengunjungi semua candi atau sebagian candi-candi penting di daerah ini, diperlukan sekali untuk menginap di Jogjakarta atau Solo, ataupun kedua-duanya, baru puas dapat berkunjung dan memuja di candi-candi ini. A. KOMPLEKS CANDI-CANDI PRAMBANAN Terletak sekitar lebih kurang 17 kilometer dari arah Yogjakarta ke Magelang. Berbagai peta ke berbagai candi mudah didapatkan di berbagai penginapan, disamping itu rambu-rambu jalan raya ke arah candi yang terletak di luar kota cukup jelas. Jangan lupa mengunjungi Keraton Jogjakarta dan Taman Sari di pusat kota, yang masih menyisakan budaya leluhur yang bersifat adi-luhung.Kompleks Perambanan adalah salah satu kompleks percandian yang makin dipugar makin fan
  • 17

    Feb

    SHANTIGRIYA Sejarah Candi-Candi di Indonesia

    SHANTIGRIYA Sejarah Candi-Candi di Indonesia I. Sejarah Singkat Candi-Candi Peninggalan Hindhu-Budha Di Nusantara Diperkirakan agama Hindhu dan Budha berkembang di Indonesia semenjak abad IV-XV, namun menurut catatan yang hadir di India, khususnya di babad Ramayana Hindhu Dharma telah hadir di Nusantara semenjak zamannya Sang Rama, pada saat itu Sumatra dikenal dengan sebutan Swarna Dwipa, Madura disebut Mathura Dwipa dan Jawa disebut Jambu Dwipa (identik dengan sebutan India pada waktu tersebut). Ramayana jelas-jelas mengarah ke Jawa Barat, Bali dsb. Lokasi-lokasi yang dimaksud masih eksis sampai saat ini, namun bangunan-bangunan sucinya telah hilang ditelan sang waktu, atau hancur lebur oleh musuh kaum Hindhu. Namun seterusnya berbagai bukti adanya kerajaan-kerajaan Hindhu-Budha yang
  • 9

    Feb

    Candi Ratubaka

    Candi Ratubaka Candi Baka terletak sekitar 3 km ke arah selatan dari Candi Prambanan atau sekitar 19 km ke arah selatan dari kota Yogyakarta. Kawasan Candi Ratu Baka yang berlokasi di atas sebuah bukit dengan ketinggian 195.97 m diatas permukaan laut, meliputi dua desa, yaitu Desa Sambirejo dan Desa Dawung. Situs Ratu Baka sebenarnya bukan merupakan candi, melainkan reruntuhan sebuah kerajaan. Oleh karena itu, Candi Ratu Baka sering disebut juga Kraton Ratu Baka. Disebut Kraton Baka, karena menurut legenda situs tersebut merupakan istana Ratu Baka, ayah Lara Jonggrang. Kata ‘kraton’ berasal dari kata Ka-ra-tu-an yang berarti istana raja. Diperkirakan situs Ratu Baka dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha, namun kemudian diambil alih oleh raja-ra
  • 9

    Feb

    Candi Sambisari

    Candi Sambisari Candi Sambisari terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Dari pusat kota Yogyakarta, jaraknya 15 kilometer ke arah timur laut. Candi Sambisari yang merupakan candi Hindu beraliran Syiwa ini diperkirakan dibangun pada awal abad ke-9 oleh Rakai Garung, seorang Raja Mataram Hindu dari Wangsa Syailendra. Candi Sambisari ditemukan secara tidak sengaja. Seorang petani yang sedang mencangkul di sawahnya merasakan cangkulnya menghantam sebuah benda keras yang, setelah digali dan diamati, ternyata adalah sebuah batu berhiaskan pahatan. Berdasarkan laporan penemuan tersebut, Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian dan penggalian seperlunya. Berdasarkan hasil penelitian, pada tahun 1966 ditetapkan bahwa di lahan ters
  • 9

    Feb

    Patung Buddha Muntilan ke India

    ANAND KRISHNA PERSEMBAHKAN; Patung Buddha Muntilan ke India 10/01/2009 09:00:10 INDONESIA dan Tibet memiliki hubungan spiritualitas dan budaya. Pada tahun 1012 Masehi, Atisha seorang biarawan Budhis dari India berkelana ke kepulauan nusantara. Setelah itu pergi ke Tibet untuk mengajarkan ajaran kuno meditasi Tong-Len yang dipelajarinya dari seorang guru nusantara bernama Dharmakirti Svarnadvipi, sebuah nama yang sangat dekat di hati Yang Mulia Dalai Lama dan masyarakat Tibet. Guna menjalin kembali tali kebudayaan dan spiritualitas itu tokoh spiritual antaragama dari Indonesia Anand Krishna mempersembahkan patung Buddha terbuat dari batu setinggi 2,5 meter kepada Yang Mulia Tenzin Gyatso Dalai Lama ke-14, di Sarnath (Uttar Pradesh) India, belum lama ini. Patung Buddha ini dibuat dari batu y
  • 9

    Feb

    CANDI PRAMBANAN

    CANDI PRAMBANAN Prambanan adalah sebuah daerah yang indah dan subur. Pada jaman kuno, Prambanan merupakan sebuah ibukota yang sekarang dikenal sebagai Kraton Boko berdiri. Tetapi sangat disayangkan bahwa reruntuhan istana tersebut tidak dapat memberikan petunjuk akan adanya sebuah Kerajaan dan para raja yang pernah berkuasa pada saat itu. Sebuah petunjuk yang lebih jelas berasal dari prasasti Kalasan yang menulis dengan huruf-huruf yang berkarakter dari tahun 778 M. Hal ini diperjelas dalam prasasti Raja Balitung pada tahun 907 M. Prasasti Raja Balitung menyebutkan silsilah raja-raja yang berkuasa saat itu dimana Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu adalah sedang berkuasa pada jaman tersebut. Pada saat yang sama, selama periode tersebut, agama Budha yang merupakan agama dari Dinasti Sya
  • 9

    Feb

    Candi Borobudur

    Rabu, 09 Desember 2009 Candi Borobudur Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9 Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 abatement dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati. Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gun
- Next

Author

Follow Me