Meninjau Kembali, Silsilah Kyai AHMAD DAHLAN (Muhammadiyah) ?

18 Dec 2012

Meninjau Kembali, Silsilah Kyai AHMAD DAHLAN (Muhammadiyah)?

Bermula dariSilsilah yang disusun olehKyai Sudja, murid KHA Dahlan, yang bersumber dari dokumenKitab Ahlul Bait. Diperoleh informasi PendiriMuhammadiyah, Ki Haji Ahmad Dahlan merupakan keturunanSunan Prapen (Sunan Giri ke-4), dengan rincian sebagai berikut :
Kyai Ahmad Dahlan bin Kyai Abu Bakar bin Kyai Muhammad Sulaiman bin Kyai Murtadha bin Kyai Ilyas bin Demang Jurang Juru Kapindo bin Demang Jurang Juru Sapisan bin Ki Ageng Gribig Jatinom (Maulana Sulaiman) bin Sunan Prapen (Sunan Giri IV).

Dengan semakin berkembangnyailmu nasab, beberapa pihak mencoba meneliti kembaliNasabtersebut, dan hasilnya terdapat kejanggalan yaknijarak antara Sunan Prapen (semasa dengan kehidupan Sultan Hadiwijaya Pajang), dengan Ki Ageng Gribig (semasa dengan kehidupan Sultan Agung Mataram), terdapat jarak sekitar 2 generasi. Untuk mencari2 generasi yang hilang itu, penyelusurannya dicoba dicari dengan meneliti beberapa silsilah yang beredar di masyarakat.

Kyai Dahlan, keturunan Sunan Giri dan Sunan Tembayat

Dari beberapa informasi yang di dapat, diketahui bahwaKi Ageng Gribig terhitung sebagai keturunan Sunan Giri, melalui jalur ibunya yang bernamaRaden Ayu Ledah atauRA. Seledah. Dan diduga ibu beliau ini, merupakan salah seorang anak dari Sunan Prapen. (Sumber :Makam Ki Ageng Gribig Jatinom Klaten, Simbah Kyahi Ageng Gribig Jatinom,Wisata Ziarah di Klaten (2)).

Setelah menemukanhubungan genealogy, antaraKH. Ahmad Dahlan denganTrah Sunan Giri (melalui jalur ibu), muncul pertanyaan bagaimanaSilsilah KH. Ahmad Dahlan, melalui jalur ayah ?

Dari beberapa silsilah yang kami peroleh,Kyai Gribig memiliki namaSyekh Wasibagno Timur, merupakan putra dariSyekh Wasibagno III atauRaden Mas Guntur atauBandara Putih atauPrabu Wasi Jaladara (Sumber :Kabupaten Klaten,Tradhisi Ya Qawiyyu,Simbah Kyahi Ageng Gribig Jatinom).

Dari sang ayahandaKi Wasibagno III, hampir semua silsilah menyatakan sampai kepadaBrawijaya. Banyak orang mendugaBrawijaya yang dimaksud adalahPrabu Brawijaya V, yang merupakanRaja terakhir Majapahit.

Akan tetapi yang membingungkan dari semuaSilsilah itu menulisKi Ageng Gribig adalahketurunan ke-3 dari Brawijaya. Padahal jika kita menggunakantimeline, setidaknya beliau adalahketurunan ke-5 dari Prabu Brawijaya V.

Berdasarkan buku berjudulBenturan budaya Islam: puritan & sinkretis, Oleh Sutiyono, Ahmad Dzulfikar, Sutiyono. Di dalamnya diceritakanKi Ageng Gribig, adalahketurunan ke-5 Brawijaya, denganputeri Sunan Giri. Jika yang dimaksud Brawijaya disini adalahRaja terakhir Majapahit, jelas sangat keliru. Karena masanya cukup jauh diatas masaSunan Giri, apalagi generasi anaknya.

Di dalam buku itu juga ditulis tentangBrawijaya yang masuk Islam dan meyebar Islam didaerah Bayat. Jadi jelas yang dimaksudBrawijaya disini adalahSunan Bayat atauSunan Tembayat, yang hidup sekitar2 generasi setelah Prabu Brawijaya V, dan terhitung sebagaicucu menantunya (salah seorangistri Sunan Tembayat adalahNyi Ageng Kaliwungu binti Sunan Katong bin Prabu Brawijaya V)

Bisa dibaca disini :budaya Islam: puritan & sinkretis,KORELASI TATA RUANG RUMAHKUNO DI KRAJAN KULON TERHADAPTATA RUANG KOTA KALIWUNGU

Dengan berpedoman kepada catatan Al-Habib Bahruddin Azmatkhan Baalawi, pada tahun 1979.Sunan Tembayat adalah puteraSayyid Abdul Qadir bin Maulana Ishaq. Ayahnya diangkat menjadiBupati Semarang Pertama, atas arahanSunan Giri, dan bergelarSunan Pandan Arang.

Sementaraibu Sunan Tembayat adalah Syarifah Pasai, yang merupakanadik Pati Unus (Sultan Demak yang ke-2) (Sumber :SEJARAH & NASAB SUNAN BAYAT & SUNAN PANDANARAN).

Dengan berdasarkan kepadasumber-sumber silsilah yang ada, diperolehSilsilah KH. Ahmad Dahlan (melalui jalurSunan Tembayat), sebagai berikut :

Keterangan :

1. Silsilah Sunan Tembayat sampai kepada Rasulullah

01. Sunan Tembayat @ Sunan Bayat @ Sunan Pandanaran II, menikah dengan Nyi Ageng Kaliwungu binti Sunan Katong bin Prabu Brawijaya V

02. Maulana Islam @Ki Ageng Pandanaran @Sunan Pandanaran I @Sayyid Abdul Qadir @Sunan Semarang, menikah dengan adik Pati Unus (Maulana Abdul Qadir) yang bernama Syarifah Pasai bin Raden Muhammad Yunus bin Syekh Abdul Khaliq al Idrus bin Syekh Muhammad Al Alsiy bin Syekh Abdul Muhyi Al Khayri bin Syekh Muhammad Akbar Al-Ansari bin Syekh Abdul Wahhab bin Syekh Yusuf Al Mukhrowi bin Imam Muhammad Al Faqih Al Muqaddam bin Ali Ba Alawi bin Muhammad Shohib Mirbath

03. Maulana Ishaq
04. Syeikh Ibrahim Asmoro
05. Jamaluddin Akbar
06. Ahmad Syah Jalal
07. Abdullah
08. Abdul Malik
09. Alwi Ammi Al-Faqih
10. Muhammad Shohib Mirbath
11. Ali Khali Qasam
12. Alwi Shohib Baiti Jubair
13. Muhammad Maula Ash-Shaoumaah
14. Alwi al-Mubtakir
15. Ubaidillah
16. Ahmad Al-Muhajir
17. Isa An-Naqib
18. Muhammad An-Naqib
19. Ali Al-Uraidhi
20. Jafar Ash-Shadiq
21. Muhammad al-Baqir
22. Ali Zainal Abidin
23. Imam Husain Asy-Syahid
24. Fathimah Az-Zahra
25. Nabi Muhammad Rasulullah

2.Berdasarkan Silsilah yang dibuat Kyai Sudja, Ki Ageng Gribig adalah keturunan Sunan Giri, melalui jalur laki-laki.

Hal tersebut masih sangat mungkin terjadi, apabila Ki Ageng Gribig (II) yang dalam cerita di masyarakat, disebut manantu Sunan Giri IV/Sunan Prapen, sejatinya adalah anak dari Sunan Giri IV/Sunan Prapen.

3. Kisah seputar Ki Ageng Gribig yang beredar di masyarakat

01. Tentang Ki Ageng Gribig sebagai putra Brawijaya. Berdasarkan buku Benturan budaya Islam: Puritan & Sinkretis, yang dimaksud Brawijaya adalah Sunan Tembayat.

Sunan Tembayat memiliki putra bernama Wasibagno yang bergelar Ki Ageng Gribig I.

02. Tentang ibu Ki Ageng Gribig yang berasal dari trah Sunan Giri. Berdasarkan timeline, orang yang dimaksud adalah Raden Ayu Ledah binti Sunan Giri IV (Sunan Prapen) bin Sunan Giri II (Sunan Dalem Wetan) bin Sunan Giri (Maulana Ainul Yaqin), yang merupakan istri dari Ki Ageng Gribig II.

03. Tentang Ki Ageng Gribig, yang menjadi pelopor acaraYaqowiyu, yang dimulai pada sekitar tahun 1589 Masehi atau 1511 Saka. Orang yang dimaksud adalah Ki Ageng Gribig III, yang sekaligus juga guru Sultan Agung Mataram.

04. Tentang Ki Ageng Gribig, yangmenikah dengan Raden Ayu Emas Winongan (adik Sultan Agung Mataram). Orang yang dimaksud adalah Ki Ageng Gribig IV, sekaligus juga orang yang berjasa dalam memadamkan gejolak politik di Palembang (tahun 1636 Masehi).

05. Tentang Ki Ageng Gribig, yang menjadi ayah dari Demang Juru Sapisan (terdapat di dalam silsilah yang dibuat Kyai Sudja). Orang yang dimaksud adalah Ki Ageng Gribig IV.

4. Kisah dan Fakta, tentang Ki Ageng Gribig (III) pelopor acara Yaqowiyu di Jatinom Klaten :

1. Ki Ageng Gribig (III) pertama kali melaksanakan acara Yaqowiyu, sepulang dari ibadah haji, tepatnya tanggal 15 Sapar 1511 H (tahun 1589M).

2. Ki Ageng Gribig (III) diceritakan sebagai keturunan ke-5 dari Prabu Brawijaya V (raja terakhir Majapahit)

Urutan Silsilah.

= 00. Prabu Brawijaya V

= 01. Sunan Katong/Raden Jaka Pitutur/Raden Arakkali (adipati Ponorogo)

= 02. Nyi Ageng Kaliwungu (istri Sunan Tembayat/Brawijaya Wekasa)

= 03. Raden Jaka Dholog/Ki Ageng Jatinom/Resi Bagna/Wasibagno/Ki Ageng Gribig (I)

= 04. Pangeran Rangkaknyawa/Pangeran Watijiwa/Ki Ageng Pangkaknyana/Wasijiwa/Ki Ageng Gribig (II)
(Di dalam silsilah yang lain disebut Syekh Wasibagno III/Raden Mas Guntur/Bandara Putih/Prabu Wasi Jaladara, dan diceritakan memiliki istri bernama Raden Ayu Ledah/Raden Ayu Seledah keturunan Sunan Giri)

= 05. Kyai Getayu/Ki Ageng Gribig (III)
(Di dalam silsilah yang lain disebut Syekh Wasibagno Timur/Syekh Wasihatno)

3. Ki Ageng Gribig (III) adalah Guru Sultan Agung Mataram. Dan anaknya Ki Ageng Gribig (IV), membantu Sultan Agung dalam mengatasi gejolak politik di Palembang (tahun 1636M), serta menjadi adik ipar Sultan Agung Mataram.

WaLlahu alamu bishshawab

Kanzunqalam’s Blog


TAGS


-

Author

Follow Me